Silikosis adalah penyakit paru-paru yang disebabkan oleh terhirupnya
debu silika. Silika adalah mineral umum yang merupakan bagian dari
pasir, batuan dan mineral bijih seperti kuarsa. Orang di lingkungan
pekerjaan dimungkinkan menghirup debu silika seperti pemecah batu,
penambang, pekerja konstruksi dan banyak lainnya bahkan para pengrajin
batu mulia beresiko menderita silikosis. Debu silika dapat menyebabkan
penumpukan cairan dan jaringan parut di paru-paru yang menghambat
kemampuan untuk bernapas. Silikosis tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dicegah dengan mengambil langkah-langkah khusus untuk melindungi diri.
Ada 3 jenis silikosis:
– Silikosis kronis, jenis yang paling umum dari silikosis, biasanya
terjadi setelah 10 tahun atau lebih paparan silika kristal pada tingkat
yang rendah.
– Dipercepat silikosis terjadi 5 sampai 10 tahun setelah paparan dan disebabkan oleh paparan ke tingkat yang lebih tinggi dari kristal silika.
– Silikosis akut dapat terjadi setelah hanya beberapa minggu atau bulan dari paparan tingkat yang sangat tinggi dari kristal silika. Silikosis akut berlangsung cepat dan bisa berakibat fatal dalam beberapa bulan.
– Dipercepat silikosis terjadi 5 sampai 10 tahun setelah paparan dan disebabkan oleh paparan ke tingkat yang lebih tinggi dari kristal silika.
– Silikosis akut dapat terjadi setelah hanya beberapa minggu atau bulan dari paparan tingkat yang sangat tinggi dari kristal silika. Silikosis akut berlangsung cepat dan bisa berakibat fatal dalam beberapa bulan.
Gejala Silikosis?
Gejala silikosis pertama mungkin muncul 15 sampai 20 tahun setelah seseorang terpapar kristal silika, gejala yang timbul termasuk:
* Sesak napas
* Batuk parah
* Lemas
Saat paru-paru terpapar kristal silika, tubuh mungkin tidak dapat
melawan infeksi dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan penyakit lain
yang dapat menyebabkan:
* Demam
* kehilangan Berat badan
* Malam berkeringat
* Dada sakit
* Gagal napas
* Demam
* kehilangan Berat badan
* Malam berkeringat
* Dada sakit
* Gagal napas
Maka perlu kita renungkan kembali, tentang pengolahan gemstone (yang
sudah barang tentu beredar di masyarakat seluruh dunia) banyak yang
tidak memenuhi standar kesehatan dan keamanan kerja. Berbagai gemstone
yang diolah dan diproses di negara-negara seperti negara kita, dan
negara-negara penghasil lainnya umumnya tanpa memperdulikan kesehatan
dan keselamatan kerja.
Karena setiap batuan (gemstone, batu mulia) mengandung silika, maka
debu yang beterbangan saat digosok dan terhisap oleh hidung dapat
mengendap dalam paru-paru yang menyebabkan kanker ‘silicosis’ (seperti
efek debu gunung berapi) dan bahayanya 3x lipat dari penyakit TBC, tidak
dapat disembuhkan bahkan berakibat fatal (kematian), hal ini perlu
diingatkan kepada penggosok batu tradisional maupun industri kecil
pengolahan gemstone di negara kita, demi kesehatan dan keselamatan
kerja.
Hasil survey tahun 2010 di India yang dilakukan oleh PTRC (People’s Training and Research Center), dari 5000 pemroses dan pengolah batuan (tukang gosok batu) 3/4-nya mengalami ‘silicosis’ ini. Untuk itu para pengrajin batu mulia dihimbau untuk mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja dengan mengenakan masker (penutup hidung) dan pelindung mata (google) mengingat bahayanya.
[sumber: american lung association; SolidarityCenter]
Artikel diatas disalin dari SINI
Tambahan :
Buat pemakai alat pemotong batu juga sangat rawan sekali terkenan Silicosis.
Banyak sekali sehari-hari bisa dilihat pemotong batu yang menggunakan gerinda tangan sedang memotong batu tanpa memakai masker. Dan debu-debu yang berterbangan juga tidak dihiraukan sama sekali oleh orang-orang disekitarnya. Malahan semakin asik menonton pekerjaan sipemotong batu tersebut.
Biasanya untuk meminimalkan debu, saat memotong batu umumnya digunakanlah cairan.
Pada saat proses pemotongan biasanya akan timbul uap air seperti embun yang terbang yang menyebar disekitar kita. Kalau tidak memakai masker tentu uap air yang mengandung debu-debu dari batu akan terhisap oleh hidung dan masuk kedalam tubuh sehingga bisa menimbulkan Silicosis juga.
Pada saat proses pemotongan biasanya akan timbul uap air seperti embun yang terbang yang menyebar disekitar kita. Kalau tidak memakai masker tentu uap air yang mengandung debu-debu dari batu akan terhisap oleh hidung dan masuk kedalam tubuh sehingga bisa menimbulkan Silicosis juga.
Kalau saya perhatikan pada mesin pemotong batu banyak yang
menggunakan cairan berupa solar. Tentu ini akan menambah lagi bahaya
penyakit yang ditimbulkan oleh uap solar yang kita hirup selain bahaya
dari debu-debu tadi.
Makanya untuk pencegahan, utamakan keselamatan dan gunakanlah masker yang baik dan benar.
0 comments:
Post a Comment