5 Faktor Yang Membuat Batu Mulia Layak Disebut Batu Permata
Beberapa faktor penting yang menyebabkan batu mulia layak disebut sebagai batu permata adalah kekerasan, cutting, color, clarity dan carat.
1. Semakin keras batu permata yang anda miliki akan semakin mahal harganya. Bahkan ada sebagian pedagang batu permata yang menempatkan kekerasan batu permata menjadi tolok ukur paling tinggi untuk penetapan harga batu permatanya.
2. Setelah itu baru faktor cutting. Cutting ada pada level kemampuan atau keahlian si pengrajin. Pengrajin yang telah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam duni perbatuan akan menghasilkan cut atau asahan yang sangat halus. Berbeda dengan pengrajin pemula yan gbelum cukup makan asam garam duni perbatuan.
3. Faktor berikutnya adalah Color. Color atau warna dari batu permata dapat dipengaruhi oleh alam dengan proses yang sangat lama maupun dengan campur tangan manusia melalui treatment. Semakin sedikit treatment yang dilakukan terhadap color dari batu mulia akan semakin bagus. Artinya udah dari sononya warna batu mulia tersebut sudah bagus.
4. Begitu pun dengan Clarity/kejernihan dari batu permata. Semakin sedikit campur tangan manusia dalam upaya membuat batu mulia menjadi jernih akan semakin bagus. Proses penjernihan yang dilakukan oleh alam jauh lebih bagus.
5. Carat atau berat karena bawaan alam yang membuatnya (1 carat 0.2 gram).
Sejak jaman dahulu kala, batu permata yang terbaik itu yang keras, semakin keras maka semakin mahal.
Catatan penting :
Semakin keras suatu batu permata semakin sulit untuk dicari.
Semakin keras juga semakin langka ditemui apalagi yang lebih jernih tanpa kotoran.
Semakin rendah nilai kekerasan batu itu maka semakin mudah mencarinya.
Semakin rendah juga nilai kekerasannya maka semakin banyak juga yang lebih bersih (tanpa kotoran internal) ditemukan daripada yang sangat keras namun bersih, artinya batu yang lebih lembut lebih banyak yang bersih. Batu yang keras seperti Ruby, Safir, Berlian sangat sulit ditemukan dalam keadaan SUPER Bersih.

